Salah satu Alasan kesuksesan RIM berada di posisi atas persaingan
ponsel pintar dunia adalah fitur BlackBerry Messenger (BBM) yang masih
membuat banyak orang enggan berganti platform. Fitur chatting ini masih
menjadi layanan chat paling populer dan belum terkalahkan oleh
pesaingnya, seperti Whatsapp atau GroupMe.
Berbeda dari aplikasi chat biasa, fitur BBM messenger diakui oleh
beberapa operator menjadi daya tarik tersendiri pada konsumen
BlackBerry. Malah operator seperti XL memiliki layanan BlackBerry
Messenger tersendiri yang terpisah dari email dan aplikasi chat lain. XL
menawarkan paket BlackBerry Messenger ini dengan harga Rp 25 ribu, atau
25 persen dari tarif layanan BlackBerry Full Service sebesar Rp 99
ribu.
Mungkin salah satu alasan XL membuat paket ini adalah tingginya
konsumsi data yang dihabiskan oleh rata-rata pengguna BlackBerry untuk
melakukan BlackBerry Messenger. Padahal sebagian besar data yang
disediakan oleh operator bisa dihabiskan untuk mendownload atau
melakukan update aplikasi yang lain.

Tren konsumsi data besar di BBM juga diakui Benny Hutagalung, Head
BlackBerry dan Mobile Device Indosat. "Data cukup banyak dipakai untuk
BBM, karena memang tidak hanya buat chat saja, tapi kan buat kirim foto,
voice dan bahkan lagu," ujar Benny seperti yang kami kutip dari
Detikinet.
Benny juga menambahkan bahwa Indosat telah menyiapkan data cukup
besar untuk digunakan selain melakukan BBM. "Rata-rata data yang
dihabiskan 300 MB sampai 400 MB. Sedangkan ARPU (Average Revenue per
User) juga masih lumayan tinggi, Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu," tambah
Benny.
Sementara data yang lain digunakan oleh pengguna BlackBerry baru
sebatas untuk browsing semata. Untuk urusan mendownload aplikasi pun
tidak terlalu besar porsinya. Indosat sendiri mempunyai program membeli
aplikasi memotong pulsa, yang bisa memberi indikasi jika masih belum
concern-nya pelanggan untuk menghabiskan data di BlackBerry App World.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar