Senin, 04 Maret 2013

MNC dan WeChat menjalin kerjasama strategis di Indonesia


Beberapa waktu lalu, Line dari Jepang mencoba lebih agresif dengan membuat sebuah iklan TV yang dibintangi Maudy Ayunda, kemudian ada KakaoTalk yang mencatat pertumbuhan pengguna di Indonesia hingga 288% dengan bekerja sama kepada beberapa perusahaan lokal, dan kini WeChat dari China juga tidak ingin ketinggalan ceruk pasar di industri layanan messenger ini.

Kamis kemarin (28/2), Tencent (induk perusahaan WeChat) bersama MNC Group mengadakan konferensi pers terkait kerjasama strategis mereka di bidang media. Kerjasama ini bersifat mutual dimana Tencent akan membantu MNC dalam teknologi internet dan produk-produk mobile mereka, sementara MNC akan menjadi media publikasi bagi Tencent untuk berekspansi ke Indonesia.

Salah satu bentuk kerjasama ini adalah WeChat akan menjadi aplikasi resmi dari perusahaan di bawah manajemen MNC. Mereka akan memiliki akun resmi di WeChat untuk berinteraksi dengan konsumennya. Selain untuk berinteraksi, fungsi lain dari akun tersebut adalah menjadi tempat update info terbaru dari perusahaan.

Sebaliknya, MNC juga akan membantu publikasi layanan ini melalui pembuatan video iklan WeChat yang telah ditayangkan 23 Februari 2013 kemarin di tiga stasiun televisi nasional milik MNC (RCTI, MNC TV dan Global TV) dengan Gisel Indonesia Idol sebagai brand ambassador.

Menurut Harry Tanoesoedibjo, selaku CEO MNC iklan tersebut sangat berpengaruh dengan jumlah pengguna WeChat. Ada peningkatan dari jumlah 30,000 download menjadi 90,000 download perhari sejak iklan itu ditayangkan.

Sebagai informasi, WeChat adalah aplikasi messenger terbesar di China dengan 300 juta pengguna dengan 90% berasal dari China dan sisanya dari berbagai negara di Asia seperti Taiwan, Thailand, Malaysia, dan India. Aplikasi ini tersedia dalam berbagai platform seperti BlackBerry, Windows Phone 8, iOS dan Android.
Sementara itu, akhir tahun yang lalu CEO MNC, Harry Tanoesoedibjo mengungkapkan keinginan mereka untuk membangun mesin pencari sekelas Google. Saat itu, belum diketahui pihak asing mana yang akan diajak kerjasama oleh MNC. Bisa jadi, langkah menggandeng Tencent membuka peluang ke hal tersebut.
MNC sendiri bukanlah tanpa pengalaman apa-apa di dunia digital, selain sebagai media yang cukup besar di Indonesia, mereka mulai masuk ke industri digital beberapa tahun belakangan seperti internet TV dan e-commerce (menggandeng Rakuten dari Jepang).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar