Beberapa waktu lalu, Line dari Jepang mencoba lebih agresif dengan membuat sebuah iklan TV yang dibintangi Maudy Ayunda,
kemudian ada KakaoTalk yang mencatat pertumbuhan pengguna di Indonesia
hingga 288% dengan bekerja sama kepada beberapa perusahaan lokal, dan
kini WeChat dari China juga tidak ingin ketinggalan ceruk pasar di
industri layanan messenger ini.
Kamis kemarin (28/2), Tencent (induk perusahaan WeChat) bersama MNC Group
mengadakan konferensi pers terkait kerjasama strategis mereka di bidang
media. Kerjasama ini bersifat mutual dimana Tencent akan membantu MNC
dalam teknologi internet dan produk-produk mobile mereka, sementara MNC
akan menjadi media publikasi bagi Tencent untuk berekspansi ke
Indonesia.
Salah satu bentuk kerjasama ini adalah WeChat akan menjadi aplikasi
resmi dari perusahaan di bawah manajemen MNC. Mereka akan memiliki akun
resmi di WeChat untuk berinteraksi dengan konsumennya. Selain untuk
berinteraksi, fungsi lain dari akun tersebut adalah menjadi tempat
update info terbaru dari perusahaan.
Sebaliknya, MNC juga akan membantu publikasi layanan ini melalui
pembuatan video iklan WeChat yang telah ditayangkan 23 Februari 2013
kemarin di tiga stasiun televisi nasional milik MNC (RCTI, MNC TV dan
Global TV) dengan Gisel Indonesia Idol sebagai brand ambassador.
Menurut Harry Tanoesoedibjo, selaku CEO MNC iklan tersebut sangat
berpengaruh dengan jumlah pengguna WeChat. Ada peningkatan dari jumlah
30,000 download menjadi 90,000 download perhari sejak iklan itu
ditayangkan.
Sebagai informasi, WeChat adalah aplikasi messenger terbesar di China
dengan 300 juta pengguna dengan 90% berasal dari China dan sisanya dari
berbagai negara di Asia seperti Taiwan, Thailand, Malaysia, dan India.
Aplikasi ini tersedia dalam berbagai platform seperti BlackBerry,
Windows Phone 8, iOS dan Android.
Sementara itu, akhir tahun yang lalu CEO MNC, Harry Tanoesoedibjo
mengungkapkan keinginan mereka untuk membangun mesin pencari sekelas
Google. Saat itu, belum diketahui pihak asing mana yang akan diajak
kerjasama oleh MNC. Bisa jadi, langkah menggandeng Tencent membuka
peluang ke hal tersebut.
MNC sendiri bukanlah tanpa pengalaman apa-apa di dunia digital,
selain sebagai media yang cukup besar di Indonesia, mereka mulai masuk
ke industri digital beberapa tahun belakangan seperti internet TV dan
e-commerce (menggandeng Rakuten dari Jepang).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar