Review Sony Ericsson W8
Pertarungan ponsel Android Entry Level semakin keras dengan hadirnya beberapa ponsel baru dari Sony Ericsson. Kali kolaborasi Sony dan Ericsson berhasil menyajikan sebuah ponsel mungil untuk para penggemar Walkman dengan nama W8. Harga yang ditawarkan untuk ponsel ini sangat ramah di kantong para remaja, yaiitu Rp. 1,6 juta yang akan langsung berhadapan dengan Optimus Me, Galaxy Mini dan AHA Touch.
Desain
Untuk menekan biaya produksi ponsel ini, Sony Ericsson menggunakan bahan plastik hampir di seluruh body W8. Meski terkesan agak murah, namun pemakaian material ini malah membuat bobot W8 semakin ringan dan bentuknya yang mungil membuatnya nyaman berada digenggaman tangan. Sebagai ponsel remaja, warna W8 terlihat sangat ceria dengan tiga pilihan warna, azura (biru), oranye dan merah.
Pada bagian depan W8 terdapat layar 8 inci dengan resolusi 320 x 480 piksel yang sedikit terbatas untuk melakukan berbagai aplikasi dan operasi ponsel. Kualitas layar W8 memang tidak terlalu mengesankan, hampir mirip seperti HTC Incredible S, dengan warna hitam 0.34 cd/m2 dan warna putih 250 cd/m2, sedangkan Incredible S memiliki warna hitam 0.31 cd/m22. Namun teknologi kapasitif membuat layar cukup responsif dan lumayan reaktif saat kami melakukan slide. Yang menarik, pada bagian atas ponsel terdapat lubang koneksi mini USB yang biasa dibiarkan 'menganga', kali ini ditutup dengan karet. Di sisi lain, W8 memiliki lubang jack 3.5 mm sebagai konektor untuk headset Anda. dan putih 275 cd/m
User Interface
Sony Ericsson W8 memang dibuat untuk menggantikan keberadaan Xperia X8. Praktis penggunaan antar muka kedua ponsel ini memang tidak terlalu berbeda, yaitu memakai Timescape UI. User interface model ini memiliki ciri khusus dengan empat shortcut yang berada di ke 4 sudut layar. Pada posisi default, ke empat shortcut ini terdiri dari pesan, musik player, kontak dan menu.
Sony Ericsson memang sengaja membuat ponsel ini untuk pengguna Android pemula dengan harga yang tidak terlalu mahal. Karena itu Google hanya membekali W8 menggunakan OS Android 2.1 Eclair yang telah dirilis sejak tahun lalu. Tentu hal ini akan membuat Anda sedikit terbatas dengan beberapa user interface lama, tapi menurut kami Eclair sudah terlalu canggih bagi mereka yang baru berkenalan dengan Android.
Music & Video
Salah satu fitur andalan W8 adalah adalah music player yang dapat Anda akses dengan cepat melalui shortcut pada pojok kiri atas. Kualitas musik W8 cukup baik dan cukup istimewa yang juga mampu memutar format file musik MP3, AAC dan WMA. Tampilan interface musiknya pun terlihat mirip dengan saudaranya X8.
Video Player SE W8 juga dapat menjalankan video dalam beberapa format, diantaranya Mp4, 3GP dan Avi. Pemutar video tidak mendukung format lainnya seperti DivX. Tampilan landscape akan secara otomatis berganti dengan portrait saat Anda memutar posisi ponsel ini.
Performa
Secara keseluruhan kami cukup puas dengan performa W8, terutama saat memainkan game yang membutuhkan grafik rumit dan kecepatan prosesor yang dimiliki ponsel ini. Kemampuan ini bisa diwujudkan karena W8 memiliki kerjasama dengan Qualcomm dengan menghadirkan prosesor MSM7227 600 MHz dan RAM 168 MB. Kami sempat menguji ponsel ini dengan game Racing Moto yang tentunya membutuhkan rendering cepat agar permainan bisa berjalan mulus. Dan hasilnya, W8 mampu mengikuti gerakan motor dan pohon palem tanpa mengalami lag sedikit pun.
Benchmark
Saat kami menguji handset ini menggunakan Quadrant, kami memang telah menduga bahwa W8 tidak akan terlalu impresif dalam pengujian ini. Meski W8 mampu memperoleh nilai 470 yang membuatberada di atas Xperia X10, namun ia tidak bisa mengalahkan HTC desire yang memang menggunakan hardware yang jauh lebih baik dari W8.
Spesifikasi:
Jaringan: GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
Sistem Operasi: Android 2.1 Eclair
CPU: 600 MHz ARM 11 processor, Adreno 200 GPU,
Qualcomm MSM7227 chipset
Layar: TFT capacitive touchscreen, 16M colors
320 x 480 pixels, 3.0 inches
Baterai: Li-Po 1200 mAh
Music play 23 h 40 min
Kesimpulan
Anda memang tidak akan terlalu terkesan dengan spesifikasi di brosur penjualan pada counter Sony Ericsson. Namun kami sarankan Anda untuk mencobanya beberapa saat untuk melihat seberapa hebat ponsel ini dalam menjalankan aplikasi. Jika masih belum yakin, mintalah admin toko untuk menginstall beberapa aplikasi yang biasa Anda gunakan. Kami yakin ponsel ini masih mampu menjalankan aplikasi tersebut dengan cukup baik.
(+) Dukungan Qualcomm di prosesor
(+) Desain mungil layaknya walkman player
(+) User Interface cocok untuk pemula
(-) Masih memakai OS Android 2.1 Eclair
(-) Kamera tidak autofocus
(-) Tidak didukung oleh DivX
Tidak ada komentar:
Posting Komentar